Pekerjaan Duiker Desa Palimae  Di Soal 

by -208 views

Mantan kades Palimae Masse, S.IP

KABAR-SATU,WAJO — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran (BPI KPNPA RI) Sulawesi Selatan, menyoroti pekerjaan fisik pengerasan dan talud jalan tani, Lompo juara,Dusun Manyili, Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo.

Koordinator Wilayah (Korwil) BPI KPNPA RI Sulsel, Amiruddin mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima dari warga Dusun Mannyili, kegiatan fisik ADD tahun anggaran 2020, berupa pengerjaan Talud dan Jalan Tani di desa tersebut, diduga tidak sesuai dengan RAB.

Dimana kata dia, Proyek tersebut dikerjakan oleh TPK Desa Pallimae dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak memiliki Duiker.

“Berawal dari informasi Warga Dusun Manyili, kami melakukan pengecekan dil okasi kegiatan. Dan berdasarkan pada Prasasti di lokasi tersebut, volume kegiatan fisik itu adalah 330 meter x 3 0,17 S/D 0,20 meter + Talud 368 meter + Duiker 2 unit. Namun berdasarkan hasil pengecekan yang kami lakukan, tidak ada sama sekali Duiker yang terpasang,” ungkap Amiruddin,Ahad kemarin.

Selain itu Amiruddin menyebutkan, kegiatan itu diduga dikerjakan asal asalan dan volumenya tidak cukup.

“Hal ini akan segera kami sampaikan kepada Pihak berwenang, agar segera dilakukan pemeriksaan atas informasi warga tersebut,” tegasnya.

Di hubungi terpisah mantan Kepala Desa Palimae Masse membatah hal tersebut.

Menurutnya, pekerjaan yang menggunakan Dana Desa (DD) Tahun 2020 itu, dikerjakan sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Ia menyebutkan, untuk dua unit duiker yang di persoalkan, kata dia, itu ada dua unit yang di kerjakan di lokasi yang sama. Namun, berbeda titik.

“Dua unit duiker itu ada, sekitar kurang lebih 100 meter dari lokasi pengerasan, itu kami kerjakan sesuai RAB dan permintaan warga,”tutupnya. (Hen/Tbr)