Wartawan Menilai Polres Soppeng Lakukan Pembatasan Liputan

by -1,093 views

Konferesi pers terkait kematian ABR salah satu peserta Ramadhan fets (foto mitrabuser com)

KABAR-SATU SOPPENG — Beberapa rekan Wartawan menilai Konferensi pers yang di adakan di Polres Soppeng beberapa waktu lalu, diberlakukan pembatasan liputan. Pasalnya, Konferensi pers terkait kematian salah satu peserta di Ramadhan fast, hanya di hadiri beberapa Wartawan saja.

Lantur salah satunya menilai, kegiatan tersebut, diberlakukan pembatasan liputan, dikarenakan hanya ada sekitar 15 Orang Wartawan hadir pada kegiatan itu .

Sementara, menurutnya, ada beberapa Wartawan yang tidak mengetahui, kegiatan itu.

“Saya menilai pembatasan liputan di wilayah hukum Kepolisian resor Soppeng di berlakukan, karna beberapa saja yang hadir,”katanya, Rabu (20/4/2022).

Diakuinya, kegiatan konferensi pers sperti itu, harusnya sebelum giat di lakukan, di informasikan kepada Wartawan yang ada di Kabupaten Soppeng.

“Kan ada group di bikin antara Wartawan dan Polres, disitu bisa di informasikan kegiatanya, nanti tergantung Wartawanya saja mau hadiri apa tidak,”pungkasnya.

Sementara Wartawan senior Andi Agus Wittiri menyebutkan, gunanya group yang di bikin, untuk memudahkan akses informasi antara Pers dengan Polres.

Apalagi kata dia, Konferensi Pers yang diadakan ada korban yang meninggal.

“Jangan seperti ini, nanti kesannya pilih kasih. Salah satu fungsi group  adalah menginformasikan kegiatan Polres ke awak media lebih cepat. Kalau modelnya mendadak tentu tujuan konferensi pers itu juga tidak maksimal, sangat di sayangkan,”pungkasnya.

Menyikapi hal tersebut Kapolres Soppeng AKBP santiaji Kartasasmita melalui keterangan tertulisnya di group “jurnalis kalong” meminta maaf jika ada rekan media kurang berkenang.

Pasalnya, ia sudah perintahkan untuk mengundang media dalam giat itu.

“”Saya fikir rekan rekan yang mendapatkan info bisa memberitahu yang lain. Karena menurut saya tidak mungkin kita hubungi satu persatu rekan media,”papar Adji melalui keterangan tertulisnya di group jurnalis Kalong.

‘ini menjadi evaluasi kami ke depan intinya tidak ada pembatasan informasi dan lain lain. Humas polres akan kami benahi ke depan,”tambahnya. 

Sebelumnya di beritakan, ABR (23) Warga Ganra, salah satu peserta ramadhan fast yang di gelar di lapangan Gasis, di kabarkan meninggal dunia, di duga tersengat listrik. (**)